Kekuatan Pembuktian Sidik Jari Sebagai Alat Bukti Dalam Tindak Pidana  Pencurian (Studi Kasus di Polrestabes Makassar)

Authors

  • Nadillah Nadillah Faculty of Law, Universitas Muslim Indonesia Author
  • Muhammad Ya’rif Arifin Faculty of Law, Universitas Muslim Indonesia Author
  • Muhammad Arsy Faculty of Law, Universitas Muslim Indonesia Author

Keywords:

Tindak Pidana, Sidik jari, Pencurian, Pembuktian

Abstract

Penelitian ini menganalisis kekuatan pembuktian sidik jari dalam penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Polrestabes Makassar dan kendala yang dihadapi dalam menentukan kekuatan bukti sidik jari dalam pencurian. Pendekatan yang digunakan adalah empiris, dengan data primer dari wawancara tim identifikasi dan data sekunder dari peraturan, literatur hukum, dan bahan pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sidik jari sebagai alat bukti memiliki kekuatan yang kuat jika diperoleh dan dianalisis sesuai prosedur. Ketepatan prosedur dan keahlian petugas identifikasi sangat berpengaruh. Namun, ada hambatan teknis dan kelalaian manusia yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan sidik jari. Disarankan agar lembaga penegak hukum meningkatkan sarana dan prasarana identifikasi forensik serta memperluas basis data sidik jari. Rekomendasi mencakup penguatan sistem identifikasi forensik, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pembaruan sarana, dan optimalisasi sistem INAFIS, serta penyempurnaan prosedur pengambilan dan analisis sidik jari.

Downloads

Published

2026-05-04

How to Cite

Kekuatan Pembuktian Sidik Jari Sebagai Alat Bukti Dalam Tindak Pidana  Pencurian (Studi Kasus di Polrestabes Makassar). (2026). LEGAL DIALOGICA, 1(2). http://103.133.36.88/index.php/legal/article/view/2318